Cara Ampuh Kontrol Asma, Sering-seringlah ke Pantai

Ilustrasi penderita Asma/DiksiDaily

Polusi dan buruknya kualitas udara belakangan ini sering membuat asma seseorang kambuh, apakah itu asmanya tergolong ringan ataupun berat. Salah satu solusi untuk bisa mencegah kambuhnya asma ialah sesekali menghindari polusi dan menghirup udara pantai yang punya banyak manfaat kesehatan bagi penderita asma.

dr. Wahyuningsih Suharno, SpP selaku dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, menjelaskan bahwa alasan udara pantai baik bagi penderita asma karena udaranya memiliki kadar oksigen yang tinggi dan juga bersih. Sehingga penyandang asma pun mendapat asupan oksigen yang tinggi dan membuat asmanya terkontrol.

“Hasil penelitian di Jerman dan Inggris menyimpulkan hal itu. Karena, udara pantai sedikit memiliki serbuk sari — yang menjadi pencetus asma seseorang kambuh — dan angin yang bertiup di pantai bisa mengusir beberapa alergen dan penyebab iritasi pada pernapasan,” terangnya dalam acara webinar bertema Manfaat Udara Segar Bagi Penderita Asma: Untuk Medis & Non-Medis, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia juga menambahkan bahwa fisiologi lingkungan di pantai juga bisa mengurangi stres sehingga membuat seseorang bisa mengontrol asmanya. “Seperti diketahui salah satu pencetus asma itu adanya ketegangan emosi atau stres, nah saat berada di pantai itu biasanya untuk hiburan tau jalan-jalan, alhasil bisa membuat pikiran akan rileks. Karenanya, kekambuhan asma bisa berkurang,” terang dokter Wahyu.

Pantainya sendiri harus pantai yang bebas polusi dan tidak bisa sembarang pantai, tambah Dokter Wahyu. Jika pantainya terlalu dekat dengan kota, biasanya udaranya sudah tercemar polusi. Sehingga jika penyandang asma ingin pergi ke pantai untuk mendapatkan udara pantai yang bersih dan kadar okisgennya tinggi, perlu memastikan dulu lokasi pantainya.

Sementara itu, Dr. Iskandar Adisapoetra M.Sc selaku Dewan Pakar Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), menerangkan, pentingnya berolahraga secara teratur agar bisa penyandang asma kian bisa mengontrol asma. Karena, saat penderita asma rutin berolahraga maka stamina tubuhnya akan bagus, plus dia menghindari pencetus asmanya kambuh, maka otomatis risiko asma kambuh menurun — karena salah satu pencetus asma kambuh adalah kelelahan.

“Berjalan kaki santai, yoga, berenang, senam asma, bersepeda santai adalah rekomendasi olahraga yang bisa dipilih oleh pengidap asma, dengan frekuensi 3-5 kali per minggu,” terang Dede Hidayat, SSt.FT, SKM selaku Ketua Bidang Olahraga Yayasan Asma Indonesia – DKI Jakarta

Tanjung Lesung dikelilingi banyak pantai
Dan salah satu tempat wisata pantai yang recommended bagi penderita asma untuk menghirup udara pantai yang segar ialah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Banten. Karena Tanjung Lesung merupakan sebuah kawasan resort terbesa dengan luas 1.500 hektar dan dikelilingi banyak pantai, yaitu Pantai Tanjung Lesung, Pantai Ladda, Pantai Bodur.

“Dari banyaknya pantai di Tanjung Lesung, penyandang asma tak hanya bisa mendapatkan udara pantai yang segar tapi juga bisa menikmati banyak aktivitas seru yang ada di Tanjung Lesung. Mulai dari bersepeda keliling kawasan, berenang di tepi pantai, main kayak, jetski, speed boat, snorkeling, main golf dan mengunjungi pusat kebudayaan mongolia yang cuma ada satu satunya di Asia tenggara, atau keliling pulau-pulau di sekitar Tanjung Lesung,” urai Djoko Saylendroselaku Head of Sales & Marketing Tanjung Lesung.

Untuk akomodasi sangat lengkap, tersedia 85 villa dan cottage modern dan semua berada di ruang terbuka. Di mana ruang terbuka di situasi pandemi amat penting demi keamanan dan kenyamanan. Adapun waktu perjalanan ke Tanjung Lesung hanya 4 jam memakai mobil pribadi dari Jakarta.

“Tapi jika Tol Serang-Panimbang selesai pada 2023 nanti, waktu perjalanan ke Tanjung Lesung hanya menjadi sekitar dua jam. Dan Tanjung Lesung sendiri diproyeksikan akan ramai dan menjadi primadona wisata atau investasi. Persis seperti Bandung saat belum ada tol, dan saat ada tol, Bandung berkembang pesat hingga seperti sekarang,” urai Djoko.

Ditambahkannya, bagi seseorang yang ingin rutin traveling ke Tanjung Lesung, ada solusi worth it yang membuat pengeluaran jadi hemat sekaligus juga berpotensi menambah income, yaitu membeli villa ready stock di Tanjung Lesung lalu menyewakannya saat villa tidak terpakai.

Ya, Djoko menerangkan bahwa pihaknya menawarkan sistem penyewaan bagi pemilik villa dengan metode bagi hasil. Jika setuju, villa akan dipakai untuk disewakan ke wisatawan oleh pihak Tanjung Lesung dan pemilik villa bakal punya passive income. Dan dengan skema ini, sudah banyak dilakukan oleh pembeli properti di Tanjung Lesung

“Sebagai gambaran, anggap saja Anda setiap bulan ke Tanjung Lesung dan setiap berkunjung itu selalu habis 2 juta rupiah untuk menginap selama dua malam di hotel. Kalau kami hitung pengeluaran Anda selama setahun berwisata, maka biaya yang di-spend itu sudah 24 juta dan jika dilakukan terus menerus selama 10 tahun, maka tidak terasa akan menghabiskan 240 juta,” ungkap Djoko.

Apalagi jika villa yang dipilih ialah villa yang permalam 2 juta, maka selama 10 tahun bisa menghabiskan 500 juta. Sedangkan, di Tanjung Lesung tersedia villa ready stock berdesain modern-minimalis dengan harga di kisaran 500 jutaan yang bernama Ladda Bay Village. “Jadi, kenapa tidak beli villa sekalian saja,” terang Djoko.

“Misalnya sistem pembayaran menggunakan KPR, diatur agar cicilannya hanya 4 jutaan per bulan. Asumsikan, harga sewa villa Anda itu 500 ribu per malam. Maka kalau tiap bulan tersewa 4 malam saja, maka Anda sudah dapat dua juta per bulan. Artinya cicilan Anda bisa menjadi ringan 50%. Apalagi kalau bisa tersewa lebih dari itu,” terang Djoko.

Jika Anda lebih senang membangun villa sendiri agar bisa sesuai dengan selera, pihak Tanjung Lesung punya produk Kavling Golf View. Produk ini merupakan produk kavling siap bangun dengan luas kurang lebih 500-an m2. Atau, kalau seseorang butuh lahan yang lebih luas untuk kebutuhan bisnis, seperti hotel, restoran atau villa, tersedia Kavling Pasir Putih yang dirancang untuk kebutuhan bisnis, dengan luas start 5000-an m2.

“Dengan memiliki villa maka Anda bisa pergunakan untuk workation, atau nantinya sebagai persiapan pensiun, sekaligus bisa mendidik anak anak Anda untuk berlatih jualan memasarkan villa yang Anda miliki yang sekarang ini relatif mudah dilakukan karena dapat dilakukan melalui media sosial atau OTA (online travel agency) seperti traveloka, agoda, airbnb dan sejenisnya,” tutup Djoko.[]