Event Adalah Kunci Keberhasilan Destinasi Wisata

Press Tour & Seminar Series Forwaparekraf dan Kemenparekraf di Belitung, Minggu (15/11) | Diksi Daily

Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Edy Wardoyo mengungkapkan, Kemenparekraf juga berupaya untuk segera menggalakan sektor event, khususnya event offline. Pengembangan event merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pengembangan destinasi yang sudah ada.

Event offline merupakan satu-satunya cara yang membuat perputaran ekonomi di seuatu destinasi wisata meningkat. Edy memiliki sejumlah analogi yang berkaitan dengan event.

“Musik terasa kurang enak dinikmati jika disaksikan online. Dentuman bass dan alat music lainnya juga kurang terasa jika hanya lihat di TV,” sebut Edy kala melakukan diskusi dengan wartawan dalam kegiatan Press Tour & Seminar Series Forwaparekraf dan Kemenparekraf di Belitung, pekan ini.

Kemenparekraf dan Dinas Pariwisata akan mendorong setiap daerah untuk melangsungkan event secara mandiri. Artinya, Kemenparekraf tidak akan memberi suntikan dana  secara terus menerus.

“Tentunya, kami ingin sebuah event tidak hanya dilakukan karena ada dukungan Kemenparekraf. Mungkin hanya tiga tahun atau tiga penyelenggaraan, setelah itu akan dilepas dan bisa mandiri. Baik secara konsep penyelenggaraan maupun sumber pendanaanya,” katanya.

Dengan pendampingan terbatas, sambungnya, akan membuka peluang untuk penyelenggaraan event yang baru. Selain itu, dapat membangun potensi ekonomi kreatif baru di daerah lain.

“Sebab, pariwisata tidak hanya menjual pemandangan. Tapi juga harus berpikir bagaimana event bisa dijadikan sebagai daya tarik. Ke depan, program prioritas Kemenparekraf adalah bagaimana menciptakan event berkualitas,” tutupnya.

Andre Purwanto Alkemangi | Jurnalis, Videographer, Musisi, Penggiat Seni, Penggiat Alam dan Pedagang