Hari Kunjung Perpustakaan, Perpusnas Apresiasi Pustakawan dan Pemustaka

Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando/DiksiDaily

Layanan prima adalah tujuan yang ingin dicapai Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pemustaka. Layanan terbaik yang telah menerapkan sistem manajemen mutu terus diberikan meski di tengah kondisi pandemi covid-19.

Layanan yang prima dapat diberikan dengan sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Untuk meningkatkan pustakawan dalam memberikan layanan terbaik kepada pemustaka dan mendorong pustakawan memberikan ide kreatif dan inovatif untuk peningkatan layanan, Perpusnas memberikan penghargaan kepada pustakawan layanan terbaik. Tidak hanya itu, juga diberikan penghargaan kepada pemustaka yang senantiasa memanfaatkan dan mendayagunakan layanan yang disediakan Perpusnas.

Yang istimewa, penyerahan penghargaan ini diberikan dalam momentum Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September dan Bulan Gemar Membaca yang jatuh pada bulan September.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Ofy Sofiana menyatakan apresiasi untuk pustakawan dan pemustaka ini merupakan upaya untuk mendorong pembangunan dan pengembangan literasi di masyarakat. Dia menekankan, pustakawan tidak boleh pasif dan bekerja di belakang meja, namun harus proaktif untuk merespons pemustaka yang kesulitan dalam menemukan informasi.

“Pemustaka adalah raja, itu yang terus ditekankan kepada kita semua dalam berbagai kesempatan,” ujarnya dalam Pemberian Penghargaan Pustakawan Layanan dan Pemustaka Terbaik yang diselenggarakan secara hybrid, pada Rabu (15/9/2021).

Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Perpusnas melalui Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) berinovasi dengan beragam layanan virtual. Sebut saja layanan Tanya Pustakawan, yang beroperasi setiap hari kerja dan menerima kurang lebih 100 pertanyaan melalui chat maupun email setiap harinya.

“Berbagai pertanyaan diajukan masyarakat seperti misalnya, berapa produksi jagung nasional, apakah ada jurnal ilmiah yang terkait subjek tertentu, atau apakah ada penelitian terkait subjek tertentu, dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, tersedia layanan diseminasi informasi kepada masyarakat yang membutuhkan dengan cara mengirimkan informasi berupa buku atau jurnal ilmiah secara bulanan melalui email. Yang terbaru, Perpusnas menyediakan layanan peminjaman online, di mana masyarakat bisa meminjam koleksi buku tercetak melalui laman Perpusnas.

“Layanan-layanan ini diberikan Perpusnas sebagai pengejawantahan transfer pengetahuan dan sebagai upaya untuk memberi kemudahan akses terhadap informasi yang dibutuhkan masyarakat. Dan layanan tersebut tidak akan mampu Perpustakaan Nasional berikan tanpa adanya SDM yang profesional,” ungkapnya.

Ofy Sofiana menjelaskan, penghargaan pustakawan layanan terbaik diselenggarakan Pujasintara sekali dalam setahun pada 2020. Namun pada 2021, pemberian penghargaan diberikan setiap triwulan dalam setahun menggunakan dasar penilaian 360 derajat, yang artinya penilaian menyeluruh dari kanan ke kiri, dari atas ke bawah. Pada periode ini, Aditya Taufik Nugraha yang merupakan pustakawan ahli pertama meraih juara pertama pustakawan layanan terbaik. Sementara pemustaka terbaik diraih Johnatan Imanuel.

Usai menerima penghargaan, Johnatan Imanuel mengaku semakin semangat untuk membaca dan menggalakkan literasi. Dia meyakini dengan literasi, Indonesia bisa mewujudkan generasi emas 2045 dan SDM yang bersaing di kancah global.

Siswa kelas MIPA di SMA Negeri 33 Jakarta ini mengaku kerap memanfaatkan layanan yang ada di Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, Jl. Medan Merdeka Selatan Nomor 11, Jakarta. Dia merasa terkesan dengan pelayanan yang diberikan pustakawan dan layanan yang tersedia di setiap lantai, terutama koleksi buku.

“Karena saya lihat kaya buku-bukunya dari banyak negara terus begitu kayak buku-buku internasional dari Amerika juga ada, yang kalau mungkin kalau kita cari e-book-nya di Google juga susah, tapi di sini ada semua. Dan itu sangat bersyukur sekali karena di situ saya sangat apa ya jadi punya wawasan lagi gitu,” urainya.