Penerbit dan Produsen Karya Rekam Terima Penghargaan

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memberikan penghargaan kepada 30 pelaksana serah simpan karya cetak dan karya rekam (KCKR) yang aktif dan tertib menyerahkan karyanya.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyampaikan apresiasinya kepada para penulis, musisi, maupun penerbit yang secara tertib menyerahkan KCKR ke Perpusnas. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2018 tentang Serah Simpan KCKR yang mengamanatkan penerbit dan produsen karya rekam menyerahkan karyanya ke Perpusnas.

“Tanpa penulis, tanpa pengarang, tanpa penerbit, tanpa musisi, semua perpustakaan di seluruh dunia hanya simbol gedung tua yang tak berisi. Jadi, isi daripada perpustakaan yang menjadi simbol kemajuan peradaban adalah apa yang diciptakan penulis maupun musisi,” ujarnya dalam Pekan Penghargaan Tahun 2021 yang diselenggarakan secara hybrid, pada Senin, (13/9/2021).

Esensinya, lanjut Syarif Bando, semua karya yang telah diciptakan itu adalah yang terbaik sesuai dengan kemanfaatannya oleh masyarakat. Perpusnas bertugas untuk menghimpun, menganalisis berapa banyak bahan bacaan yang tersedia dan berapa buku yang dibutuhkan masyarakat, sehingga jelas kemanfaatannya.

Ilmu pengetahuan yang dibukukan dinilai jauh lebih dahsyat daripada persenjataan. Karena satu peluru mampu menembus satu kepala tapi sejatinya menghancurkan jutaan nilai kemanusiaan, sebaliknya satu buku yang didigitalkan akan menembus jutaan kepala sekaligus menumbuhkan nilai kemanusiaan baru.

“Itulah esensi peradaban. Terima kasih telah berkontribusi unuk simbol negara yang maju. Karena semakin banyak buku yang dihasilkan, makin tinggi tingkat peradaban yang dicapai,” ungkapnya.

Terdapat sepuluh jenis koleksi terbitan atau publikasi yang diserah-simpankan ke Perpusnas, yaitu atlas/peta, buku/monograf, buletin, majalah, grey literature, jurnal, laporan, surat kabar, tabloid, dan karya rekam analog.

Penghargaan untuk koleksi atlas/peta diserahkan kepada Penerbit Indo Buwana dan Penerbit CV. Orion, sedangkan jenis koleksi tabloid diserahkan kepada Yayasan Penerbit “Galura” Bandung dengan judul tabloid Galura, dan Penerbit PT. Duta Karya Swasta dengan judul tabloid Sinar Tani.

Jenis koleksi grey literature diserahkan kepada STIKES Ngudia Husada Madura, Magister Terapan Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang, dan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

Jenis koleksi laporan diserahkan kepada Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Unit Statistik, Survei, dan Liaison.

Sementara jenis koleksi buletin diserahkan kepada Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan judul buletin Cakra Samodra, dan buletin Energia Weekly dari PT. Pertama (Persero) Corporate Communication-Corporate Secretary.

Untuk jenis koleksi majalah, penghargaan diserahkan untuk Penerbit PT Aspirasi Pemuda dengan Majalah Ayahbunda, Penerbit Gaya Favorit Press dengan majalah Femina, majalah Parlementaria dari Bagian Pemberitaan Sekretariat Jenderal DPRD RI, serta majalah Mangle dari Penerbit PT Mangle Panglipur.

Jenis koleksi jurnal, penghargaan diberikan untuk Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) WIlayah IV Jawa Barat dan Banten dengan jurnal Ekono Insentif, Universitas Padjajaran dengan jurnal Dharmakarya, dan Universitas Pertahanan dengan jurnal Pertahanan dan Bela Negara.

Sedangkan koleksi surat kabar, diberikan untuk Penerbit PT. Aksara Dinamika Jogja dengan surat kabar Harian Jogja, dan Penerbit PT Media Investor Indonesia dengan surat kabar Investor Daily Indonesia.

Jenis koleksi monograf/buku, di antaranya Penerbit Ellunar Publisher, Penerbit Goresan Pena, Penerbit CV. Graha Pustaka, Penerbit Farha Pustaka, Penerbit Bhuana Ilmu Populer, dan Penerbit Ashyara Media Indonesia.

Sedangkan jenis koleksi karya rekam analog diserahkan untuk Produsen Karya Rekam Armico, PT Multimedika Digital Indonesia, dan Yayasan Kebudayaan Rancage.

Pekan Penghargaan Tahun 2021 juga diisi gelar wicara dengan tema “Budaya dalam Karya” dengan narasumber Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana, Pemenang terbaik 1 subjek pantun Achmad Fahrodji dan Pemenang Audio Terbaik Perwakilan Jawa Barat Ismet Ruhimat (Sambasunda).[]