Protokol Kesehatan Jaga Kamu dan Selamatkan Dokter

Tim medis Corona FOTO: Astroboys2019 via Bored Panda/DiksiDaily

Pandemi Covid-19 sudah mendatangkan tangis mendalam bagi jutaan orang di muka bumi. Duka dan kekhawatiran itu juga terus menyelimuti para tenaga medis di Indonesia.

Pekan ini, 4 (empat) orang dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Dalam waktu dua pekan Oktober, sudah ada 9 dokter meninggal dunia dengan total 136 dokter wafat akibat Covid. Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 71 dokter umum (4 guru besar), dan 63 dokter spesialis (5 guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 66 IDI Cabang ( Kota/Kabupaten).

Berdasarkan data propinsi, Jawa Timur 32 dokter, Sumatra Utara 23 dokter, DKI Jakarta 19 dokter, Jawa Barat 12 dokter, Jawa Tengah 9 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter, Sumatra Selatan 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, DI Aceh 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Riau 4 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, Banten 2 dokter, dan Papua Barat 1 dokter.

Dr Ari Kusuma Januarto, SpOG(K), Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI mengatakan, berbulan-bulan setelah pandemi, kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terjadi dengan angka kematian yang semakin mengkhawatirkan.

“Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid 19. Ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini. Setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerjanya,” katanya dalam keterangan resmi IDI kepada DiksiDaily.

Maka menurutnya, harus ada kerjasama menyeluruh baik dari pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.

“Tidak hanya masyarakat, namun kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerjasama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan,” sambungnya.[]