Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker Prostat, Siloam Hospitals Inovasikan Biopsi Robotik

CEO Siloam Hospitals ASRI dr. Hery Bertus, MARS/DiksiDaily

AKURAT.CO, Rendahnya kepedulian dan pengetahuan masyarakat tentang kanker prostat terutama dalam hal deteksi dini dan minimnya informasi tentang pilihan terapi merupakan beberapa penyebab tingginya angka kanker prostat di Indonesia. Padahal, keberhasilan pengobatan kanker prostat akan lebih tinggi jika deteksi dilakukan sejak dini dan terapi dilakukan dengan tepat.

Memperingati World Cancer Day 2021, ASRI Urology Center (AUC) Siloam Hospitals ASRI memberikan edukasi tentang kanker prostat dan cara meningkatkan kualitas hidup pasien dengan inovasi biopsi robotik dan pilihan terapi minimal invasif. Kanker prostat merupakan jenis kanker dengan jumlah angka kejadian terbanyak ke-4 di seluruh dunia dan menempati urutan ke-2 kanker yang diderita oleh pria setelah kanker paru. Berdasarkan Global Cancer Statistics 20181, diperkirakan sebanyak 1,2 juta kasus baru muncul di seluruh dunia dan 359.000 kematian disebabkan oleh kanker prostat.

Kondisi ini terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker prostat dan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan dini, terutama pada populasi risiko
tinggi. Di Indonesia, kanker prostat menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita diperkirakan mencapai
25.012 orang. Sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut karena deteksi dini kasus kanker prostat belum optimal di Indonesia.

“Padahal, pasien kanker prostat yang didiagnosis dan ditatalaksana pada stadium dini memiliki angka harapan hidup selama 10 tahun dan mencapai di atas 90%. Angka ini dapat turun hingga 50% apabila ditemukan pada stadium lanjut. Oleh karena itu, program deteksi dini yang lebih baik dan efisien perlu ditingkatkan,” jelas dokter spesialis konsultan uro-onkologi Siloam Hospitals ASRI, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U (K), PhD.

ASRI Urology Center yang merupakan center of excellence Siloam Hospitals ASRI menghadirkan inovasi untuk deteksi dini kanker prostat yaitu biopsi prostat dengan teknologi robotik.

“Deteksi dini bertujuan agar dapat dilakukan intervensi secepatnya dan mencegah prognosis yang lebih buruk. Biopsi prostat dengan teknologi robotik digunakan untuk meningkatkan ketepatan pengambilan sampel jaringan di lokasi sel kanker prostat. Dengan adanya teknologi ini, diagnosis menjadi lebih cepat dan akurat, waktu biopsi lebih singkat, serta menghindari dilakukannya biopsi ulang,” ujar dokter spesialis urologi dan Ketua Asri Urology Center (AUC), Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K).

Ada beberapa metode biopsi yang biasa dilakukan oleh para ahli, seperti biopsi transperineal. Biopsi ini tidak melalui saluran cerna (gastro-intestinal) atau saluran kemih, melainkan melalui bagian perineal (diantara kantung kemaluan dan anus) dan memiliki risiko sepsis yang sangat kecil sehingga dianggap paling aman.

Lebih lanjut dr. Agus Rizal menerangkan bahwa terdapat beberapa keuntungan menggunakan teknologi robotik untuk menangani probe. Pertama, gerakan pemindaian dapat membuat irisan gambar 2D yang terdistribusi secara merata untuk rekonstruksi 3D. Kedua, panduan jarum dapat secara otomatis disejajarkan pada target dan dikunci untuk biopsi. Yang terakhir, deformasi prostat karena interaksi dengan probe dapat diminimalkan karena gerakan yang sama dapat digunakan untuk memindai dan menyelaraskan probe untuk biopsi.

Biopsi prostat dengan teknologi robotik dan lokalisasi jarum merupakan perkembangan teknologi yang berpotensi positif memengaruhi diagnosis dan tata laksana kanker prostat. Kemajuan signifikan memungkinkan lokalisasi target yang lebih tepat dan akurat namun perlu adanya pengembangan teknologi agar alat ini tersedia untuk penggunaan klinis sehari-hari.

Dokter yang mengambil gelar PhD. di Radboud University Nijmegen Medical Center, Belanda, ini juga menjelaskan bahwa biopsi prostat dengan teknologi robotik memiliki durasi tindakan lebih singkat dibandingkan biopsi non-robotik.

“Hal ini tentunya menguntungkan bagi pasien dan tenaga medis yang berada di ruang tindakan, terutama selama pandemi COVID-19. Teknologi tersebut dapat mempersingkat waktu operasi sehingga kontak antara pasien dengan tenaga medis di ruang tindakan pun menjadi minim,” jelasnya.

Selain biopsi prostat dengan teknologi robotik, pelayanan unggulan yang terdapat di Siloam Hospitals ASRI adalah penggunaan teknik minimal invasif dalam tatalaksana kanker prostat yakni Laparascopic Radical Prostatectomy (LRP).

“Pengaplikasian teknik LRP dalam penatalaksanaan kanker prostat telah terbukti memberikan efek komplikasi lebih ringan jika dibandingkan dengan operasi terbuka pengangkatan prostat, durasi rawat lebih singkat, jumlah pendarahan lebih sedikit, serta risiko infeksi lebih rendah. Selain itu, bila menggunakan visualisasi 3D intra operasi akan memberikan manfaat tambahan dalam proses pengangkatan prostat, diantaranya durasi operasi lebih singkat, luaran yang lebih baik jika dibandingkan dengan laparoskopi standar serta mempermudah operator dalam melakukan manuver-manuver selama operasi,” ujar dokter spesialis uro-onkologi, Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U (K), PhD.

Operasi laparoskopi merupakan pilihan utama dalam penanganan kanker prostat stadium awal. Namun perlu diingat, pilihan terapi pada kanker prostat – baik operasi, radiasi, hormonal, kemoterapi – bergantung pada stadium kanker serta kondisi pasien. Umumnya, tumor lokal dapat ditatalaksana dengan pembedahan dan radiasi, sedangkan tumor yang sudah menyebar perlu penatalaksanaan khusus dengan terapi hormonal atau kemoterapi.

“Keuntungan yang didapatkan dari laparoskopi dibandingkan dengan terapi yang lain adalah bahwa tumor primernya diangkat sehingga eradikasi kanker lebih baik. Karena itu, konsultasi dengan dokter penting dilakukan untuk menentukan pilihan tatalaksana yang terbaik,” jelas Prof. Chaidir.

Pada kanker prostat stadium awal, seringkali ditemukan pasien tidak menyadari adanya gejala. Gejala terkadang baru dirasakan pasien saat kanker sudah menyebar ke organ lainnya. Gejala yang dikeluhkan meliputi gangguan berkemih, terdapat darah pada urine, pembesaran kelenjar getah bening sekitar prostat, penurunan berat badan, dan jika kanker sudah menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri tulang. Di masa pandemi COVID-19, banyak pasien menunda pemeriksaan karena alasan takut. Padahal, penundaan pada pasien kanker prostat dapat mengakibatkan risiko menjadi lebih berat hingga peningkatan stadium.

Selama masa pandemi COVID-19, tindakan biopsi dan terapi kanker prostat tetap dapat dilakukan dengan aman di Siloam Hospitals ASRI. CEO Siloam Hospitals ASRI dr. Hery Bertus, MARS mengatakan bahwa Siloam Hospitals ASRI berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal, terutama di masa pandemi. Salah satu upaya kami adalah implementasi clean & safe hospital dengan menerapkan protokol kesehatan ketat demi keamanan dan keselamatan pasien dan pengunjung yang berobat ke

“Penerapan protokol kesehatan sangat dibutuhkan terutama bagi populasi berisiko tinggi yang secara rutin harus berkunjung ke rumah sakit, seperti pasien kemoterapi dan hemodialisis. Siloam Hospitals menerapkan protokol kesehatan ketat diantaranya pengisian formulir pernyataan kesehatan dan cek suhu tubuh di pintu masuk yang ditentukan, mewajibkan pemakaian masker di area rumah sakit, melakukan disinfeksi setiap waktu pada fasilitas dan area rumah sakit, serta melengkapi dokter, perawat, staf medis, dan karyawan dengan alat pelindung diri (APD) dan dicek kesehatan secara rutin. Kami juga melakukan pemisahan alur antara pasien bergejala dan tanpa gejala serta menyediakan ruang pemeriksaan bagi pasien kontak erat atau suspek atau konfirmasi COVID-19 yang terpisah dari bangunan utama rumah sakit,” tutupnya.[]